Minggu, 16 Desember 2012

Mencegah Diabetes



Blog Dokter - Mencegah Diabetes - Diabetes merupakan penyakit yang cukup menakutkan, namun sebenarnya penyakit ini merupakan penyakit yang dapat dicegah. Banyak orang yang telah mengetahui menderita diabetes, tetapi kurang berusaha untuk menguranginya dengan pola hidup sehat. Padahal dengan pengawasan dini terhadap pola makan dan pola hidup bisa mencegah diabetes.

Mencegah diabetes dengan pola hidup sehat tersebut dapat termasuk, menurunkan berat badan, mengurangi makan, berolahraga, serta selalu memantau kadar gula darah. Kira-kira apa yang harus dilakukan agar tidak terkena diabetes?

Berikut 12 Cara Mencegah Diabetes

1. Menurunkan berat badan

Bahkan pada orang yang obesitas, 70 persen lebih rendah untuk terserang diabetes jika menurunkan berat badannya sebanyak 5 persen, meskipun tidak berolahraga ini juga bagus untuk mencegah diabetes.

2. Pilih makanan pembuka yang tepat

Makan sayuran sebelum hidangan utama dapat membantu mengontrol kadar gula darah. Dalam penelitian dari Arizona State University, orang dengan diabetes tipe 2 atau kondisi prekursor yang disebut resistensi insulin memiliki kadar gula darah lebih rendah jika mengonsumsi sekitar 2 sendok makan cuka sebelum makan tinggi karbohidrat.

"Cuka mengandung asam asetat, yang dapat menonaktifkan enzim pengolah pati tertentu, sehingga memperlambat pencernaan karbohidrat. Bahkan, efek cuka mungkin mirip dengan obat penurun gula darah acarbose (Precose)," kata ketua peneliti Carol Johnston, PhD.

3. Perbanyak jalan kaki

Mencegah diabetes dengan berjalan kaki sebanyak mungkin setiap hari, maka tubuh akan lebih sehat bahkan jika tidak mengalami penurunan berat badan. Orang-orang dalam studi di Finlandia yang berolahraga hingga 4 jam seminggu, atau sekitar 35 menit sehari dapat menurunkan risiko diabetes hingga 80 persen.

4. Mengonsumsi sereal yang tepat

Memilih sereal tepat dapat membantu mengontrol kadar gula darah. Asupan tinggi dari biji-bijian keseluruhan juga terkait dengan tingkat yang lebih rendah dari kanker payudara, diabetes tipe 2, tekanan darah tinggi, dan stroke. Sereal adalah salah satu sumber terbaik dari biji-bijian.

5. Mengonsumsi kopi

Jika sangat menyukai kopi, tidak masalah jika terus minum kopi. Beradasarkan hasil penelitian dari Harvard School of Public Health menemukan bahwa, peminum kopi lebih dari 6 cangkir sehari memiliki risiko 29-54 persen lebih rendah terkena diabetes tipe 2 selama 18 tahun studi.

6. Menghindari makanan cepat saji

Mencegah diabetes dengan menghindari makanan cepat saji selain dapat menghindarkan dari kondisi obesitas juga dapat menurunkan risiko diabetes.

7. Mengurangi konsumsi daging

Menurut hasil penelitian, wanita yang makan daging merah setidaknya 5 kali seminggu memiliki risiko 29 persen lebih tinggi utuk diabetes tipe 2 dibandingkan orang yang makan kurang dari sekali seminggu.

8. Mengonsumsi kayu manis

Berdasarkan hasil sebuah penelitian, kayu manis dapat mengurangi gula darah sekitar 10 persen. Senyawa dalam kayu manis dapat mengaktifkan enzim yang merangsang reseptor insulin. Kayu manis juga telah terbukti membantu menurunkan kolesterol dan trigliserida, yaitu lemak darah yang dapat menyebabkan risiko diabetes.

9. Santai dan rileks untuk hindari stres

Stres dapat menyebabkan jantung untuk berdetak lebih cepat, napas lebih cepat, dan memicu kadar gula darah meningkat. Stres kronis dapat meningkatkan kadar gula darah. Maka, jika sedang mengalami stres sebaiknya lebih bersantai dan rileks.

10. Mendapatkan waktu tidur yang cukup

Sebuah studi dari Yale University yang melibatkan 1.709 pria menemukan bahwa, pria yang secara teratur mendapat kurang dari 6 jam tidur, dua kali lipat menaikkan risiko diabetes. Sehingga mendapatkan waktu tidur yang cukup dapat menurunkan risiko diabetes.

11. Menikah

Berdasarkan hasil penelitian, wanita yang hidup sendiri adalah 2,5 kali lebih mungkin untuk terserang diabetes dibandingkan wanita yang hidup dengan pasangan. Hasil penelitian tersebut telah diterbitkan dalam Diabetes Care. Wanita yang tinggal sendirian juga lebih mungkin untuk merokok dan kurang cenderung memiliki kebiasaan diet sehat dan mengonsumsi alkohol.

12. Memantau kadar gula darah

Sebuah tes darah sederhana dapat mengungkapkan apakah kadar gula darah menempatkan pada risiko untuk kondisi diabetes. Orang dengan pradiabetes, kadar gula darah sedikit tinggi, antara 100-125 mg/dl, sering mengembangkan kasus diabetes dalam 10 tahun. Memantau kadar gula darah secara rutin, dapat untuk mengetahui kapan harus melakukan tindakan pencegahan diabetes. Sumber : Detik Health

Rabu, 12 Desember 2012

Mimisan Pada Anak


Mimisan Pada Anak

Blog Dokter - Mimisan Pada Anak - Berualang kali saya menjumpai anak kecil yang sedang mimisan, dan ibunya panik bukan kepalang, wajar ya ... karena mimisan secara visual memang sedikit menakutkan, keluarnya darah dari hidung yang kadang kita tidak mengetahui penyebabnya. Buat para orang tua saya sarankan untuk tidak panik pada saat melihat anak nya mimisan, nah kali ini Blog Dokter akan sedikit mengulas mengenai mimisan pada anak.

Mimisan pada anak, rongga hidung manusia terdapat kumpulan pembuluh darah, yang pada usia anak-anak belum terlindungi secara sempurna, sehingga mimisan pada anak lebih sering kita jumpai dari pada mimisan pada orang dewasa. Pecahnya kumpulan pembuluh darah ini mengakibatkan darah mengalir keluar melalui lubang hidung. Nah apa penyebab pecahnya pembuluh ini yang kemudian menyebabkan mimisan pada anak kita?

Beberapa Kemungkinan Penyebab Mimisan Pada Anak :
  1. Anak-anak mempunyai karakter yang cinderung aktif, saat bermain bisa jadi pada bagian hidung tanpa sengaja terbentur benda keras, akibat jatuh atau terpukul saat bermain. Ini paling wajar terjadi mimisan pada anak.
  2. Perilaku Anak yang sering mengorek hidung, mungkin karena ada rasa gatal, atau gangguan akibat adanya kerak hidung yang membuat dia risih, mengkorek hidung terlalu dalam juga resiko menyebabkan mimisan pada anak.
  3. Anak ya memang anak, dunianya adalah dunia bermain, namun sebagai orang tua kita juga harus rajin mengawasinya, banyak kejadian mimisan pada anak ini disebabkan oleh masuknya benda asing yang terlalu besar pada rongga hidung sang anak.
  4. Mimisan pada anak sering juga terjadi pada penempatan lingkungan dengan perubahan yang ekstrim, seperti misalnya jika rumah Anda ber AC, lalu tiba-tiba Anda mengajak anak Anda mengunjungi suatu daerah dengan suhu panas.....tekanan udara pada suhu ekstrim juga memicu mimisan pada anak.
  5. Suhu tubuh terlalu tinggi akibat demam juga bisa menimbulkan mimisan pada anak ini ini, ketika si kecil terkena infeksi atau saat terkena demam berdarah, mimisan acap kali kita jumpai bukan?
  6. Mimisan pada anak memang sepele, namun tetap harus kita waspadai, pada anak penderita leukimia dan hemofilia juga mengalami mimisan tersebut.
Mimisan pada anak seperti pada poin 1- 5 diatas tergolong pada mimisan jenis ringan, tak perlu sangat khawatir, sementara mimisan pada poin 6 ini harus segera ditindaklanjuti. Pada intinya, mimisan pada anak tergolong ringan apabila sumber mimisan ini adalah pada rongga hidung, namun jika mimisan bersumber pada bagian belakang rongga hidung, ini tergolong mimisan yang perlu penagangan ekstra.

Semoga saja mimisan pada anak kita adalah tergolong mimisan yang ringan, nah lalu bagaimana kita menangani mimisan pada anak kita? 

Berikut langkah-langkah penanganan mimisan pada anak :
  1. Pertama yang HARUS anda LAKUKAN adalah dengan bersikap TIDAK PANIK, karena kepanikan Anda akan membuat anak merasa ketakutan dengan mimisan yang dialaminya, tetap tenang dan bersikaplah bahwa seolah mimisan itu wajar pada anak.
  2. Dudukkan anak pada pangkuan Anda, tenangkan dia, posisikan duduk anak agak membungkuk kedepan, agar darah yang mengalir tidak mengalir ke dalam yang bisa memicu sang anak tersedak atau merasa mual mual dan muntah ketika darah tertelan.
  3. Secara perlahan jepit hidung sang anak, ingat jangan terlalu keras, lalu mintalah anak bernapas melalui mulut, lakukan ini selama 3-5 menit.
  4. Sembari memnjepit hidung sang anak, tenangkan anak dengan mengelap wajah anak yang berlumuran darah, karena pada beberapa kasus mimisan pada anak, dia sangat histeris melihat darahnya sendiri.
  5. Setelah mimisan pada anak sedikit berkurang, kompres bagian hidung anak dengan menggunakan es batu, lakukan dengan menempel dan mengangkat, jangan sampai anak telalu kedinginan akibat es nya.
  6. Penanganan ini paling lama memakan waktu 10 menit, jika ternyata lebih dari itu sang anak masih mimisan, bawalah ke dokter segera, agar sumber mimisan pada anak bisa diketahui.
Nah bunda sekalian, sudah sedikit ada pencerahan bukan, bagaimana menghadapi mimisan pada anak kita, semoga bermanfaat. Untuk kawan-kawan blogger, tetap semangat, jaga kesehatan, dan terus berkarya. Salam Kesehatan - Blog Dokter.